You are currently browsing the category archive for the 'SH' category.
Sebuah postingan khas Sigit di milis EL-ITB pada tanggal 5 Juli 2007 ……..
el-er (dan pembaca tak sengaja lainnya):
1. Kepada Hendro Prastowo (EL-84): Lho, selama ini IA ITB kan sudah jadi kendaraan politik, sebesar atau sekecil apapun efeknya bagi si pengendara. Buat ITB dan alumni? Kita tentu mahfum–dan sepakat–bahwa di ITB sebenarnya rasa kealumnian itu, sebenarnya, tak pernah ada. Perasaan ini dibangkit-bangkitkan oleh elit kecil mirip cara seorang psikopat membangun perasaan rasis. Untuk apa, sih? Pertanyaan kita justru ada di sini.
Read the rest of this entry »

Ini adalah kenangan terakhirku dengannya. Walau ingatanku agak fotografis, tapi lebih baik kutulis semua yang kuingat, karena belum tentu aku berumur lebih panjang. Saat itu, 16 September 2007, aku dijemput oleh om Totok, Tante Linda dan putri terkecil mereka, Mentari, dari tempat tinggalku di Depok. Di perjalanan menuju Cimanggu melalui Sawangan, kami banyak mengobrol tentang masa-masa rintis mereka di Depok beberapa tahun lalu. Kenangan tentang kota Depok yang masih sepi dan suram.
Read the rest of this entry »

Pada hari 25 September 2007 yang lalu, aku dikejutkan bahwa om-ku yang paling muda, Sigit Haryoto telah berpulang ke Rahmatullah pada usia 44 tahun lebih 1 minggu. SMS dari ibu dan om Adam “Bodong” baru kubaca saat bangun sahur. Selama beberapa belas menit, aku dan istri terhenyak dan hanya bisa berpandang-pandangan. Betapa tidak, hari-hari kami beberapa bulan terakhir cukup dekat dengan keluarganya. Bahkan dua minggu sebelumnya, kami sekeluarga sempat nginep di rumahnya di Cimanggu, Bogor. Tak dinyana, itulah saat terakhir kami bertemu. Dan hampir tiap hari sebelumnya, aku selalu berbalas sms dengannya.
Read the rest of this entry »

Recent Comments